NurTaslimah#NHW#3

Nur Taslimah @ Nice Homework #3

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Enam belas tahun lima bulan usia pernikahan kami. Di setiap ulang tahun pernikahan, biasanya suami yang sering membuat surat cinta, apalagi dulu ketika LDR an selama 6 tahun di awal pernikahan. Suratnya kadang dikirim lewat pos, kadang diberikan langsung, tapi seringnya ditulis di fb atau blog. Jadi semacam surat terbuka. Saya pernah juga sih membalas surat cintanya, tapi seringnya saya membuat surat itu bila saya merasa ada something wrong dengan suami, bila saya sedang jealous berat, atau ada masalah yang harus saya selesaikan.
Di nice homework #3 ini saya harus membuat surat cinta ke suami. Terus terang tugas ini berat karena saya merasa hubungan kami baik baik dan mesra mesra saja. Kayaknya tidak asyik dan tidak akan menjadi surprise karena apa yang saya tulis sudah sering kami ungkapkan. Tapi karena ini tugas, ya akhirnya saya membuat saja. Saya tuliskan bahawa saya wajib bersyukur mempunyai suami yang baik seperti dia, terimakasih sudah menjadi a good husband and a good dad for our children. And the last I said thanks for his love and for everything. Respon suami biasa saja karena memang saya sering mengungkapkan demikian written or orally.

Alhamdulillah kami dikaruniai empat anak (dua putra dan dua putri). Setiap anak adalah unik dan memiliki potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
1. Nadia (15 th)
Alhamdulillah, saya bersyukur mendapatmenjadi ibu dari nadia. Semua gurunya juga menyatakan bahwa saya beruntung sekali mempunyai anak seperti dia. Selain cerdas, sopan, tawadhu, dia dikaruniai Allah suara yang bagus dan fasih dalam melantunkan al-Qur’an. Setiap lomba tartil, nadia langganan menjadi juara. Dan di pondok tahfidznya, dulu dia diwisuda menjadi santri termuda yang hafal 30 juz. Tapi dia akan mencubit saya, memberi tanda untuk tidak memberitahu bila ditanya sudah hafal berapa juz. Sampai sampai ketika dia saya ikutkan lomba MUSE Season 2, dia mengaku hafal 1 juz saja.
Nadia juga terbiasa hidup hemat dan sederhana banget. Sering bila saya ambilkan baju baru dari etalase (saya jualan baju n sepatu di rumah) dia berkata, tidak usah mi, dijual aja. Uang sakunya juga sering utuh, untuk kemudian dia tabung yang kadang untuk membayar sendiri uang sekolahnya dan keperluan sekolah lainnya.
Bakat lainnya adalah nadia pintar menggambar. Dialah yang menjadi illustrator buku produk RnD thesis S2 saya (Picture Story Books for Islamic high school students). Dia beberapa kali diminta untuk menjadi illustrator sampul dan isi buku, salah satunya buku antologi Masa Kecil Tak Terlupa. Pernah menjadi juara 2 lomba menggambar tingkat internasional yang diadakan oleh tux pain.

2. Dayyan Nashrul Haq (13 thn)
Anak saya yang kedua ini unik. Dia tidak mau mondok seperti kakak dan adiknya. “Kalo saya mondok siapa yang akan membantu umi di rumah,” kilahnya. Walau dia laki laki, dia gemar memasak dan mencoba resep makanan dan kue kue dari internet. Dia juga suka bereksperimen tentang sesuatu yang dia dapatkan dari buku pelajaran di sekolahnya misal IPA. Dayyan mempunyai sifat kritis. Dia akan protes bila ada sesuatu yang tidak sesuai aturan. Melihat nilai di sekolahnya, dia lebih berminat ke pelajaran matematika dan eksakta dibandingkan dengan bahasa. Ketika try out IPA dia nomer 1 paralel (300an siswa ) tetapi dia peringkat 200an untuk pelajaran bahasa Indonesia. Saya tanya kok bisa segitu parahnya bahasa indonesianya, dia menjawab, malas mi’ membaca soal panjang panjang.

3. Mujahid Habiburrahman
Anak saya yang ketiga ini terpaut 17 bulan dengan kakaknya yang kedua. Dulu dikira kembar, sekarang justru dikira kakaknya Dayyan karena badannya yang jauh lebih besar. Dia tidak pernah pilih pilih makanan. Buah, sayuran dan apapun yang saya masak dia makan dengan lahapnya. Dia anak yang mandiri, berani, dan patuh. Dia mencuci bajunya sendiri walau saya tawarkan untuk menaruh cuciannya di rumah saja biar saya yang mencucinya (dia mondok tahfidz dan sekolah, kebetulan sekolahnya di dekat rumah). Bila saya meminta bantuan (saat anak anak berkumpul semua di rumah), dia yang datang pertama. Bahkan seringnya dia yang menawarkan bantuan duluan. Walau nilai nilai sekolahnya tidak seperti kakak kakaknya yang menjadi top rank di kelasnya, dia tidak pernah mengeluhkan adanya kesulitan pelajaran sekolah, atau setoran hafalannya, atau mengeluhkan kurangnya waktu dalam belajar dan hafalannya. It seems that everything is okay. Dan satu lagi yang saya suka dari anak saya ketiga ini adalah dia hemat dan bersahaja seperti kakaknya yang pertama.

4. Kya adinda Sholihah (7 tahun)
Anak saya yang terakhir ini ekspressif, sering menulis surat untuk abi uminya bila ada sesuatu yang perlu diungkapkan. Sejak kecil dia sudah dilatih abinya bercerita lewat tulisan di blognya. Dia juga sociable. Dia kenal dengan nama nama anak kecil sampai orang tua, embah embah sekampung. Setiap dia lewat depan rumah seseorang, dia pasti menyapa/memanggil si pemilik rumah bila kebetulan ada, sebaliknya anak anak sekampung juga menyapa kya bila kya lewat. Dia akan bercerita banyak walau cuma ditanya satu hal. Dia bakat menjadi pengatur dan suka akan hal itu. Bila dia bersama teman temannya, dia suka mengarahkan teman temannya untuk begini dan begitu. Dia juga sudah berani untuk tampil ke depan public sejak usia dini. Ini berbeda dengan kakak kakaknya yang pemalu sewaktu kecil.

Saya adalah manusia biasa dengan penuh kelemahan dan keterbatasan. Saya wajib bersyukur kepada Allah yang telah memberi saya kemudahan untuk belajar, memberi saya kesempatan untuk bersekolah dan kuliah sampai s2 dengan mudah di tengah kesulitan yang menghimpit lingkungan pedesaan dan keluarga saya saat itu. Ketika orang orang lain di sekitar saya sulit mencari pekerjaan, saya justru menolak nolak pekerjaan sampai saat ini. saya langsung diangkat menjadi guru (pns) selepas S-1 saya. Semua kemudahan itu adalah semata mata pemberian Allah yang harus saya pertanggungjawabkan nanti.

Lima belas tahun keluarga saya tinggal dengan mertua, dan baru setahun setengah ini pindah ke lingkungan yang baru. Alhamdulillah keluarga saya langsung diterima dengan baik dan senang hati oleh tetangga dan lingkungan. Banyak yang mempercayakan putra putrinya belajar mengaji dan les di sore hari. Saya tidak tahu mengapa mereka begitu percaya pada saya dan keluarga saya? Saya lihat di tetangga saya antar satu rumah dangan rumah yang lain yang bersebelahan banyak yang tidak saling sapa, tidak akur. Tapi anehnya mereka (yang saling tidak bertegur sapa tadi) bisa sama sama baik kepada saya, dan saling curhat masalah mereka kepada saya. Selama ini saya masih menjaga perasaan para tetangga yang saling tidak bertegur sapa, sampai sampai bila saya ingin memberi sesuatu kepada satu keluarga yang tidak disukai oleh tetangga satunya saya menunggu waktu agar tidak terlihat oleh mereka, sehingga tidak kelihatan saya memihak kelompok yang mana. Setahun yang lalu saya melihat ada satu kebutuhan di gang saya yaitu tiadanya saluran drainase, Alhamdulillah kami bisa mengajak para tetangga untuk bekerja sama mengadakannya walo sponsor terbesarnya adalah keluarga kami. Tapi sayang, saluran itu macet kembali dan para tetangga yang tidak akur masih tetap tidak akur, terbukti dua minggu yang lalu ada tetangga yang meninggal. Kelompok yang tidak akur tidak terlihat datang takziah apalagi membantu. Ini adalah tantangan dan PR keluarga kami di lingkungan yang baru bagaimana mereka akur dan rukun satu sama lain.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Menjadi Ibu professional, Kebanggaan keluarga

RESUME MATERI ‘MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA’ Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

Fatimatul Abidah·26 Oktober 2016

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2?

Pekan ini kita akan belajar bersama

  1. Apa Itu Ibu Profesional?
  2. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
  3. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
  4. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

 

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna; 1.perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2.sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; 3.panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4.bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5.yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota. Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna ; 1.bersangkutan dengan profesi; 2.memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –.

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

  1. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

  1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya.
  2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  3. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
  4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

  1. Bunda Sayang :Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
  2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
  4. Bunda Shaleha : Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”.

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG

  1. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
  2. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
  3. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
  4. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN

  1. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?

b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.

c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?

d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF

  1. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
  2. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
  3. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
  4. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA

  1. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
  2. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
  3. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
  4. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan.

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb: “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

📚SUMBER BACAAN:

Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008 Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012 Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013 Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014 Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

 

-DISKUSI MATERI#2 MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA-

1.(+62856296xxxx): Bunda, indikator apa yang bisa dipakai untuk mengetahui bahwa kita sudah lulus di 4 tahapan tersebut ya? Misalkan ketika aktivitas pagi masih grasa-grusu dan terburu yang kadang belum selesai semua pekerjaan rumah terus sudah saya tinggal berangkat kerja, apa itu indikator saya belum lulus step kedua bunda cekatan ya 🙈🙈🙈

Jawaban: ➡Bunda, yang menjadi indikator kita telah berhasil dalam ranah Bunda Cekatan ialah kita mampu memanage apapun dengan baik, jika kita masih terasa grasa-grusu berarti masih ada yang perlu dibenahi✅

  1. (Bunda Nadia Alifa) : 1.Apakah untuk menjadi ibu profesional harus full time bekerja di rumah? 2.bagaimana seorang ibu yang bekerja di luar rumah yg mana pekerjaanny tsb mrpkn minatbakatnya,bisa menjadi ibu profesional? ➡

Jawaban: ➡ 1.Ibu profesional bekerja di ranah domestik ataupun ranah publik✅ 2.“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” – Dodik Mariyanto. Jadi, kuatkan dulu keprofesionalitasan kita sebagai seorah ibu di ranah domestik. 🙂✅

3.(Bunda Novika Hermawati): Bunda, saya mau titip pertanyaan buat bu septi, gmn caranya kita tau kl anak itu senang di didik sm ibunya? Trus mulai ilmu mana yg bisa saya ajarkan utk anak saya? Usia 16 bln. Apakah sdh boleh di sisipkan ilmu ttg agama utk usia anak saya? Terimakasih bunda ima 😊

Jawaban: ➡Bunda, Cara mengetahui anak senang dididik oleh kita yaitu, jika anak masih bawah lima tahun, ia akan selalu berbinar ketika diajak ‘belajar’ oleh ibunya, jika anak sudah masuk fase sekolah dan anak dihadapkan pada pilihan – pilihan A. Sekolah A B. Sekolah B C. Sekolah dengan Ibu Maka anak yang senang dididik dengan Ibu akan memilih opsi C :)✅

4.(Bunda Madinatus Sholichah) : Bertanya…🙋 Diatas dijelaskan tahapan..apakah itu jg berarti urutan? Untk saya yg belum memiliki putra, apakah tahapan yg no.1 bs di skip smentara untk kmudian menuntaskan tahapan yg lain trlebih dahulu? Makasi, bund…😊 (Madinatus Sholichah)

Jawaban: ➡Iya✅ ➡tahapan adalah bunda cekatan lalu bunda sayang, kemudian produktif, yg terakhir shaleha✅

5.(Bunda Eni indayani) : Bismillah… Bunda pertanyaan saya gimana cara menbuat keluarga seperti team… Sehingga proses belajar keluarga bisa mencapai visi yg sama. Cuman kendalanya bapak e sec. pendidikan kurang jadi kita yg ngoyo sendiri. Gmn caranya untuk menyamakan visi kita dlm keluarga… Swn.

Jawaban:➡Bunda, perempuan itu makhluk luar biasa, diberikan berbagai kekuatan ganda, jadi apabila suami tidak mendukung, tetap berjalanlah dan JANGAN BERHENTI. Dengan catatan : selama suami tidak mengganggu perjalanan anda sebagai Ibu Profesional, lanjutkan. Tapi kalau mengganggu segera selesaikan dulu rintangan ini. Setelah anda berjalan, segera mendekatlah ke Yang Maha Membolakbalikan Hati. Agar suami kita mau mendukung perjalanan kita mendidik anak. Karena berdasar pengalaman, istri yang tidak didukung suami, akan tetap menjalankan aktivitas mendidik anak dengan BAIK, berbeda apabila kondisi sebaliknya. Sedangkan keluarga yang suami istri mau berjalan bersama beriringan, bisa mendidik anak dengan SANGAT BAIK. Sehingga pilihannya hanya dua BAIK dan SANGAT BAIK✅

6.(Bunda Reni): Tanya Diatas dijelaskan agar membentuk keluarga unggul.. Parameter keluarga unggul apa ya?

Jawaban: ➡’Unggul’ menurut masing-masing keluarga berbeda definisinya. Bisa jadi keberhasilan atas pencapaian visi misi pribadi ataupun keluarga menjadi salah satu parameternya.✅

7.(Bunda Meity) : Saya ikut matrikulasi IIP ini dari iklan teman fb..tali sebelumnya udh pernah tau tentang ibu Peni. Spt yg di jelaskan di materi hari ini.. Apakah nantinya dgn ikut matrikulasi ini kita diajarkan jadi ibu penyayang, cekatan, dll tersebut? Dan klo tdk salah tadi di sumber materi dari buku ibu cekatan dll itu.. Dimana ya bisa belinya.. Thx.. Maaf klo mungkin rada oot

Jawaban:➡Matrikulasi adalah program perkuliahan para Ibu Profesional agar memiliki kesamaan wawasan dan kompetensi ilmu-ilmu dasar menjadi seorang “Ibu Profesional”, kebanggaan keluarga. Program ini sekaligus menjadi pintu gerbang bagi para perempuan Indonesia yang ingin bergabung memperdalam ilmu dan pengalaman bersama komunitas Ibu Profesional untuk dapat diaplikasikan dalam universitas kehidupan. Beberapa tahapan menjadi seorang Ibu Profesional adalah dengan mempelajari & menguasai Bunda Sayang ➡ Bunda Cekatan ➡ Bunda Produktif ➡ Bunda Shaleha. Buku-buku dari Ibu Profesional adalah penunjang. Selebihnya ada kuliah offline, kulwap, rumah belajar, dsb. Silakan buku bisa dipesan melalui mb Andita✅

8.(Bunda Dini) : 1.Utk tahap2 tsb apakah waktunya dilaksanakan secara berurutan atau langsung bersama-sama? 2.Bagi ibu yang mempunyai anak balita, atau ibu yang anaknya sudah usia SMP keatas, apakah ada tahapan yg harus diprioritaskan terlebih dulu? Dengan asumsi si ibu benar2 belum menerapkan ilmu ibu profesional.

Jawaban: ➡ 1. Dilakukan secara bertahap, sehingga menjadi tangga-tangga yang saling menguatkan Bunda 2. Tahapan tetap dimulai dari Bunda Sayang, dengan bahasan pertama “komunikasi produktif”✅

9.(Bunda Siti) : Assalamu’alaikum wr.wb. Bunda ima nitip pertanyaan ya.. Saya Siti seorg ibu yg diamanahi anak 3, sy ingin sekali menjadi ibu yg profesional bersamaan dg ini skrg sy sdg diamanahi mengelola sebuah lembaga pendidikan paud, Sikap bgmn yg hrs sy lakukan dg keadaan ini? Trm ksh bunda.

Jawaban:➡“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” – Dodik Mariyanto. Kuatkan di ranah domestik, baru ranah publik, jangan terbalik✅

10.(Bunda Fikya) : Assalamualaikum.. sy Fikya dr Madiun -Apakah ada target waktu untuk mencapai ke 4 tahapan tersebut? idealnya brp lama? -Setiap tahap harus diselesaikan 1-1 atau bisa dikerjakan bersamaan?

Jawaban:➡Bunda Fikya, tahapan untuk menajdi Ibu Profesional dilakukan setahap demi setahap, idealnya setiap tahapan adalah selama 1 tahun, jadi jelas ada tenggang waktunya, jika Bunda telah memiliki anak, maka tahun pertama adalah fokus pada tahapan Bunda Sayang, lalu tahun kedua Bunda Cekatan, dst

11.Bunda Nani: AssalamualaikumTerkait bunda sayang dan bunda produktif, Saya ingin bertanya hal2 apa saja yg perlu dilakukan seorang ibu pekerja diluar rumah yg ingin skli bekerja tanpa meninggalkn anak, serta ingin sekali mndidik anak sendiri? karena ada bbrapa pertimbangan seperti tidak punya bakat scr khusus shgga bingung kl harus memulai? terkdang jg bngung materi2 dan metode ap sj yg hrus di berikan kpd anak scr umum?trims

Jawaban:➡ Cari dan didik pengasuh/asisten dg baik. Jika yg mengasuh adalah neneknya, maka harus ada sinergi dan satu visi misi mengenai pendidikan anak. ➡ Nanti kita sama2 belajar menemukan kekuatan dan talent kita.. ➡ banyak… nanti kita pelajari satu2… sabar yaaa..

12.(Bunda Alfiy) : Bismillah, (Alfiy) Jika tahapan Bunda Sayang s.d Bunda Saleha itu ibarat A s.d D, Bgmn jika kita merasa bahwa tahap A dan B belum benar2 selesai, tp kita dituntut utk memenuhi tahapan C atau bahkan D krn melihat situasi dimana kita dibutuhkan utk segera melangkah pada tahap tersebut?

Jawaban:➡Pertanyaan Bunda Alfi, tidak ada yang berhasil dengan setengah-setengah, maka matangkan tahapan demi tahapan baru berlanjut ke tahap berikutnya, one bit at a time.

13.(+628233760xxxx): Kalau saya belum mahir membuat masakan yg enak, dalam mendidik anak pun msh belajar banget, Berarti sya belum dlm kategori Bunda cekatan ya… Dan semisal sya belum bsa menjadi kriteria sperti yg diatas, Apa usaha yg bisa sya lakukan?

Jawaban:➡ Memantapkan niat untuk berubah dan terus belajar.

14.(Bunda Citra Fibriana): Bagaimana melatih agar lebih cekatan dan sigap terhadap penanganan masalah yang ada?? karena tidak jarang ditemukan dalam penyelesain masalah cenderung panik dan kadang solusi tidak sesuai yg diharapkan. Makasih

Jawaban:➡ Ini akan dibahas di sesi kuliah bunda sayang dan bunda cekatan.. (Setelah matrikulasi selesai)

15.(Bunda Santi): 🙋🏻Berkaitan dengan serangkaian tahapan untuk menjadi ibu profesional, butuh berapa lama (jam terbang) seseorang dianggap telah menjadi ibu profesional? Apakah harus berurutan dari bunda sayang-cekatan-produktif-shaleha atau bisa bersamaan?

Jawaban:➡ Harus berurutan di mulai dari Bunda Sayang-dst, butuh waktu selama kurang lebih 4tahun untuk menuntaskan keempat tahapan tersebut, itu yang dilakukan oleh Bunda Septi, dengan syarat KOMITMEN dan KONSISTEN ✅

16.(Bunda Santi) : Assalamualaikum bunda ima 😉Ada yg ingin saya tanyakan, apa saja indikator bunda cekatan dan bunda produktif ?

Jawaban:➡ Indikator Bunda Cekatan ialah Bunda semakin baik dalam urusan management, management apapun itu, meningkatnya peran, contoh: dari kasir menjadi manager keuangan, dari tukang masak jadi ahli gizi keluarga, dst .Indikator Bunda Produktif, sebelumnya perlu difahami terlebih dahulu bahwa Makna produktif di Ibu Profesional tidak selalu bermakna dengan uang. Bisa produktif berbagi ilmu dan karya. Hanya secara fitrah ketika kita sudah profesional menjalankan peran hidup kita, maka uang itu akan mengikuti kita, bukan kita yang mengejar uang. Maka kemandirian finansial menjadi salah satu pendukung (bukan satu-satunya) proses terwujudnya rasa percaya diri seorang ibu. Ibu yang percaya diri akan mendidik anaknya dengan jauh lebih baik. Jadi Indikator Bunda Produktif ialah bisa berbagi ilmu dan karya🙂

17.(+628562770270): Bunda Ima mau nitip pertanyaan😊.. Saya ingin menanyakan mengenai salah satu tahapan menjadi Ibu Profesional adalah bunda sayang. Apakah sudah bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan? Dan selama 9 bulan mengandung tsb apa saja indikator keberhasilan yang dapat dijadikan acuan? Terima Kasih.

Jawaban:➡Bisa Bunda, yang bisa bunda lakukan ketika ananda di kandungan adalah ber-komunikasi produktif dengan ananda serta menanamkan value keluarga padanya, caranya bagaimana? Lakukan ketika bunda sedang rileks berdua dengan calon baby maupun bertiga bersama ayahnya, indikatornya? Bisa bunda rasakan setelah ananda lahir ?

18.(Bunda Ifa) : Assalamu’alaikum bunda Ima. Saya ifa… Berikut ini pertanyaan saya: 1. Saya belum memiliki anak, jadi bagaimana ya nerapin 4 tahapan ilmu ibu professional, terutama untuk tahap ibu sayang? 2. Lalu untuk “ilmu-ilmu” pada tiap tahapan itu apa nanti akan diajarkan, diberikan materi atau module dari IIP ya? Soalnya kalo cari2 sendiri/ active learning takut kurang terarah dan biasanya akan males nyari kalo tabrakan sama tugas2 yang lain. Hehehe😅 3. Oiya bun…saya masih kuliah, jadi LDR an sama suami. Saya di jogja dan suami di Jember. lalu bagaimana ya nerapin bunda cekatan dengan kondisi saya ini? Terima kasih😊

Jawaban:➡ 1.Untuk bunda yang belum memiliki anak dimulai dari tahapan BUnda Cekatan. 2.Akan ada pada materi amtrikualsi berikutnya serta di buku Ibu Profesional 3.Tahapan Bunda Cekatan tetap bisa dilakukan walau bunda LDR-an, karena walau LDR bunda tetap memerlukan management waktu to? (salah satu capaian pada Budna Cekatan) ✅

19.(Bunda Satya): Sy Satya Bun, ada bbrp pertanyaan, bolehkah Bun? Terkait dengan indikator2 keberhasilan point: -bunda sayang *Dikatakan di point tsb salah satu indikator keberhasilan adalah ketika suami tertarik utk terlibat dalam mendidik anak. Nah, ketika kita (istri) sudah berusaha membagi ilmu ttg parenting, tp respon suami biasa saja/ datar, apa bs dikatakan bahwa kita blm berhasil dlm point bunda sayang? -bunda produktif: *Bagaimana cara menemukan minat dan bakat kita? Karena selama ini minat sy bercabang kemana2

Jawaban: ➡ Jangan pernah menuntut ayah, karena fitrahnya laki-laki baik-baik itu untuk perempuan baik-baik. Pasangan hidup adalah cermin bagi kita, ketika kita mendapati suami “tidak sesuai harapan” jangan buru-buru menuntut, itu pertanda kualitas kita juga sama. Maka pakai prinsip : For Things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST Untuk mengubah seseorang, maka ubahlah diri kita terlebih dahulu. Istilah di Ibu Profesional, ?proses memantaskan diri?. Jangan pernah berhenti di ranah ini, karena Allah tidak akan rela memberikan kita pasangan hidup yang tidak mau berubah ketika kita terus berubah. Apabila ingin mengajak para ayah, buatlah aktivitas keluarga, jangan diminta sang ayah menyendiri mencari komunitas sendiri. Untuk memperkuat apa minat dan bakat kita, akan dibahas pada materi matrikulasi selanjutnya Bunda ✅

20.(Bunda Diah) : Assalamualaikum…. bagaimana meningkatkan percaya diri agar ketika menerapkan ilmu tersebut bisa tetep percaya diri menghadapi tantangan yang ada?

Jawaban:➡Kuncinya tidak boleh BERHENTI mengaplikasikan sebisa yang kita mampu. Teruslah berjalan, karena tugas kita hanya ikhtiar, hasil itu hak Allah. Jangan terganggu oleh perasaan, saya merasa, sepertinya, katanya dll. Pastikan apa yang bunda jalankan sudah ON track, maka jangan berhenti meski anak kita makin besar. Karena nanti PR makin banyak dan waktu tidak bisa diputar ulang. Pengalaman Bunda Septi, bunda sayang itu cukup efektif di kisaran usia anak 0-12 tahun, setelah itu bunda bisa masuk ranah produktif dengan tenang dan bahagia.✅

21.(Bunda Sholichati): Saya Bunda Solichati mau bertanya: 1. Ttg tahapan mjd ibu profesional… Apakah akan kita targetkan secara berurutan ato boleh tdk berurutan sesuai kebutuhan? Jika dlm satu waktu yg bersamaan 4 tahap itu sedang kita butuhkan unt menyelesaikan tugas dan amanah apa lsg kita pelajari semua ato tetap selesaikan tahap satu persatu? 2. Ttg komunitas ibu profesional, bolehkah jika kita buat komunitas2 parenting yg merujuk pd komunitas IIP tp tdk menggunakan nama IIP 😁? Ini berkaitan dg tipikal ibu2 di tempat saya yg agak asing dg istilah IIP tp lebih suka dg istilah2 yg sesuai kedaerahan

Jawaban:➡1.Sudah dibahas ya bunda pada pertanyaan sebelumnya🙂 2.Untuk hal ini akan kami sampaikan kepada Bunda Septi terlebih dahulu bunda🙂

22.(Bunda Sari) : Assalamualaikum bunda ima 😉Ada yg ingin saya tanyakan, apa saja indikator bunda cekatan dan bunda produktif. Terimakasih yaa bunda

Jawaban:➡Sudah dibahas di pertanyaan sebelumnya ya Bunda🙂

23.(+62 8581563xxxx): Sy single mom dgn dua putra. Nhw kmrn sy memilih jurusan ilmu parenting/ilmu mendidik anak jd sy mngajukan prtnyaan materi trkait bunda sayang .Prtnyaan sy ilmu apa yg plg utama yg hrs sy pljari sbg single mom.

Jawaban:➡ Pertanyaan Bunda persis dengan yang dialami oleh Ibunda Bunda Septi, tahapannya tetap sama, yang membedakan hanyalah ketika membersamai dg figur ayah, maka dekatkanlah anak dengan paman, kakek, dsb yang satu value dengan kita🙂

24.(Bunda Eni) : Bunda dr 4 tahap trsebut apa harus d lakukan scra berurut dr A-B-C-D atau bs acak? Krn pngalamn pribadi sprtinya bunda cekatan tu sering kali sy abaikan krn ngeburu yg produktif😂 maklum dlu.sblm nikah aktvtas bejibun skrg at home only😊… Mksh bunda

Jawaban:➡Ketika kita mengejar produktif dulu baru sayang, maka yang terjadi adalah kita akan keteteran, karena prinsip “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan kelaur dg kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” Tidak ada ketika kita keren di ranah produktif dulu maka akan secara otomatis keren di ranah Bunda Sayang juga,✅

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

#Nur Taslimah#NHW-2

 

# Nur Taslimah #NHW-2

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan
A. Sebagai Individu
 Peningkatan kualitas ibadah:
Sholat fardhu di awal waktu (target setiap sholat 5 waktu)
Sholat Dhuha (min 5x seminggu)
Sholat Tahajud (min 4x/minggu )
Sholat rowatib (min: sebelum dan/atau setelah dhuhur, setelah isya, dan sebelum shubuh)
Membaca Al Qur’an dan maknanya (min. 5 halaman/hari)
Hafalan (min 1 ayat/ hari)

 Peningkatan diri dalam menuntut ilmu, dengan:
 Belajar memahami makna kitab kitab berbahasa arab (min 1 minggu sekali)
 Membaca buku buku keagamaan (min 1 buku dalam 1 bulan)
 Mengajarkan kepada murid murid tentang ilmu agama yang saya peroleh ( min 1 minggu sekali)

B. Sebagai istri
Selalu berusaha menjadi istri sahabat suami:

• Mendengarkan cerita/curhat suami dengan penuh perhatian sehingga suami nyaman dan aman bercerita walaupun kita sudah tahu cerita itu berulang ulang
• Menjadikan suami sebagai tempat curhat bukan ke orang lain
• Menemani waktu waktu santai dan istirahat suami
• Menemani suami dalam bersilaturahim ke keluarga besar atau silah ukhuwah ke rekan rekan suami (suka maupun duka)
• Mengerjakan berbagai tugas bersama suami dengan senang hati
• Membantu meringankan berbagai pekerjaan suami (misal membantu translate ke bhs Inggris,dll)
• Saling menasehati dalam kebaikan, kesabaran, dan taqwa

C. Sebagai ibu
• Sabar dalam menghadapi kesalahan anak anak. Menyadari bahwa kesalahan mereka karena kekurangtahuan mereka atau belum maksimalnya kita dalam mendidik mereka.
• Menghindari kata kata keras, omelan dan hukuman fisik ke anak
• Sabar dalam mengajari anak agar mengerti tugas dan kewajibannya yang harapan nantinya mereka menjalankannya tanpa disuruh
• Memastikan anak anak menjalankan perintah Allah sesuai usianya:
 Sudah sholat lima waktu tepat waktu
 Menutup aurat bagi anak anak perempuan
 Benar dan fasih bacaan al-Qur’annya
 dan memotivasi mereka untuk menghafal al-Qur’an
• Berusaha meluangkan waktu lebih untuk bersama sama anak anak, mendengar cerita dan keluh kesah mereka (min seminggu sekali)
• Membersamai anak anak dalam melakukan hobi mereka (misal berkebun, memasak, menggambar) min sebulan sekali
• Memastikan rumah bersih, sehat, dan tertata sehingga menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak anak
• Memasak, menyiapkan bekal dan mengajak seluruh keluarga untuk sarapan bersama sebelum jam 6 setiap hari setiap hari

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Adab Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

[INFO BEASISWA S2] Bagi Guru SMP PNS dan Guru TETAP YAYASAN

Bagi Teman-teman guru SMP yang ingin melanjutkan studi S2 di beberapa perguruan tinggi negeri di Jawa, berikut ini saya saya salinkan isi surat sosialisasi tentang program tersebut dari Dirjen Dikdas Kemendikbud…   untuk Informasi yang lebih lengkap anda bisa unduh di tautan di bawah.


Sekedar Info: Alhamdullillah, saya tahun 2012 yang lalu seleksi beasiswa ini dan sekarang kuliah semester 3 di Pascasarjana Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Malang – fasilitas yang saya didapatkan beasiswa penuh plus uang saku dan biaya hidup (cukup lumayan kok hehhe)




———————————————————————————————
Nomor  : 7107/C5.3/LL/2013  19 Agustus 2013
Lampiran  : –
Perihal  : Sosialisasi Pemberian Bantuan Beasiswa S2 bagi Guru SMP 
Yth.
1. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi
2. Kepala LPMP
3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Seluruh Indonesia
Di
Tempat






Dengan hormat disampaikan, bahwa dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualifikasi guru SMP, pada tahun 2013 Direktorat Pembinaan PTK Dikdas, Ditjen Dikdas Kemdikbud, bermaksud memberikan bantuan beasiswa pendidikan S2 bagi guru SMP. Program studi yang ditawarkan, adalah:

  1. Program Studi Matematika
  2. Program Studi IPS;
  3. Program STudi IPA;
  4. Program Studi Bahasa Indonesia; dan
  5. Program Studi Bahasa Inggris.


Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Info beasiswa

[Makalah S2 Bahasa Inggris] TEACHING READING BY USING JIG-SAW TECHNIQUE

By: Hayati

Definition According to Aronson et.al (1978) in Buehl (2001), the jig-saw technique involves students in reading different selections and then sharing what they have learned with a group or whole class. The jig-saw technique can be used in a number of ways in the classroom. Jig-saw problem solving (Kagan,2009) will be used in teaching reading of a narrative text. In this case, students work in team (the number of team members can be various) and each student receives one of the clues to solve the team problem. Everyone must share the information on their clue card because the team can only reach a solution by connecting the information from all clues. So, students could be jigsawed to read different sections of a text (a narrative text).

to read and download this article you can see it in  Slidehare.net
or here

http://www.mediafire.com/download/81tqyc0dwi6y28t/

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under makalah s2

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 37.000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 9 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Tinggalkan komentar

Filed under Annual Report

[Makalah S-2 Bahasa Inggris] BEHAVIORAL PSYCHOLOGY AND ITS IMPLICATIONS ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING

By Nur Taslimah

https://ntaslimah.wordpress.com

 

Psychology  is a study of the thought processes and behavior of humans  in their interaction with the environment. Psychologists study processes of perception, thinking, learning, emotions, motivations, personality, abnormal behavior, interactions between individuals, and interactions with the environment.

Understanding the theories of psychology, especially psychology of learning, is very beneficial to all of the educational stakeholders: students, teachers, headmasters, curriculum developers or designers, government, society and educational observers. The theories help them to identify how the learners are and how they participate in and experience  the learning process. Another positive effect of understanding the theories is that the theories assist teachers to design the appropriate techniques of teaching.

This paper will discuss one of the learning psychology, that is behaviorism. In this paper, we attempt to find the answers of the following questions:

  1. What is behaviorism?
  2. What are  the  implications of behavioral theory to the English Language Teaching (ELT)?

Behaviorism

In msu site, Behaviorism is defined as “the study of human behavior focusing on one’s observable behavior as a response to the natural stimuli in the world. One common belief in Behaviorism is that one’s behavior, and subsequent learning, is only a response to all of the stimuli one encounters during their life. By studying stimuli one can predict behavior. Behaviorism assumes that the thoughts of a person can not be measured, and only occur as a result of previous stimuli.”

Behaviorists say that learners originally do not own any potentialities. The potentialities that they have are the result or the influence of factors outside themselves or the factors stemming from their environments, for example, their families, schools, society,  nature, culture, and religion.

The Behaviorist Theory was first introduced in 1913 by the American psychologist John B. Watson. Watson’s view was largely influenced by the research of the Russian physiologist Ivan P. Pavlov during the early 1900s. The most influential version of this theory is put forward by B. F. Skinner in 1959. His version of Behaviorism is best known as Radical Behaviorism.(Shameem, 2010).

B.F Skinner is considered to be a Radical Behaviorist because of his belief that we do have such a thing as a mind, but that it is simply more productive to study observable behavior rather than internal mental events. (McLeod, S. A. 2007). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under makalah s2

[Makalah S-2 Bahasa Inggris] STUDENT ACTIVE LEARNING IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING

By Nur Taslimah

What Is Student Active Learning?

            Student Active Learning is an approach to instruction in which students employ the material they study through reading, writing, talking, listening, and reflecting.  Student Active learning stands in contrast to “standard” modes of instruction in which teachers do most of the talking and students are passive. (http://www1.umn.edu/ohr/teachlearn/tutorials/ )

Paulson & Faust in their book, “Active Learning for the College Classroom
define active learning as anything that students do in a classroom other than merely passively listening to an instructor’s lecture. This includes everything from listening practices which help the students to absorb what they hear, to complex group exercises in which students apply material to solve problem in  “real life” situations.. (http://www.calstatela.edu/dept/chem/chem2/Active/index.htm)

In the book of Active Learning: Creating Excitement in the Classroom, Bonwell and Eison  (1991) define active learning as the activity which involves students in doing things and thinking about the things they are doing.” It means that students must do more than just listen: they must read, write, discuss, or be engaged in solving problems. Most important, to be actively involved, students must employ in such higher-order thinking tasks as analysis, synthesis, and evaluation.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under makalah s2

[Makalah S-2 Bahasa Inggris] TEACHING RECOUNT TEXT USING PQRST STRATEGY

By Nur Taslimah

https://ntaslimah.wordpress.com

A. Description

PQRST, similar to SQ3R, guides the students through five steps as they engage with their reading: Preview, Question, Read, Summarize, and Test/teach. It is Before-, During-, and After-Reading Strategy.

B. Why is it used?

•  To make predictions

•  To promote active reading

•  To monitor comprehension

C. Steps for PQRST

 1. Preview:

Students skim the selection, paying attention to headings and supplementary pictures, charts, and notes, to make a prediction of the content of the piece.

 2. Question:

Students pose or create questions based on the headings of the sections and subsections.

3. Read:

As students read, they search for answers to the questions they have posed.

 4. Summarize:

Students write a summary of each section.

 5. Test/Teach:

After completing the reading, students respond to their questions they posed earlier and/or they teach each other by taking turns stating main ideas from the reading.

D. Grade/term             : VIII /2

E. Time allotment       : 2 x 40 minutes

Makalah lengkap donwload di sini

Tinggalkan komentar

Filed under contoh, makalah s2, recount